PMII Rayon Ashram Bangsa Gelar Diskusi: Meninjau Putusan Ferdy Sambo Dan Richard Eliezer Dalam Perspektif Hukum Progresif
![]() |
Ashrambangsanews |
Ashrambangsanews-Biro
Intelektual Rayon Ashram Bangsa gelar
Diskusi Hukum dengan tema “Meninjau Putusan Ferdy Sambo dan Richard Eliezer
dalam Perspektif Hukum Progresif” yang bertempat di Rayon Ashram Bangsa pukul
15.30-17.00 Selasa, (07/03/23).
Diskusi
ini diikuti puluhan kader PMII yang dimoderatori langsung oleh sahabat Shahib
Labibul Hikam, kader PMII Rayon Ashram Bangsa Korp Cakra Abhiseka 2022.
Disamping
itu, sahabat yang dikenal dengan panggilan Labib membuka diskusi diskusi dengan
bacaan basmalah.
Sebagai
pemantik, Nova Arista juga hadir yang merupakan kader PMII Rayon Ashram Bangsa
Korp Akral Satria 2021.
Diawal
diskusi pemantik memaparkan secara ringkas mengenai tema diskusi. Kemudian
dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan yang mengawali diskusi pada sore itu yakni
apakah hukuman yang ditetapkan telah setimpal dengan tindak kriminal terdakwa?.
Berikut
beberapa poin yang dapat disimpulkan dalam diskusi tersebut yakni:
Perbedaan
rechtsstaat dan the rule of law
Rechtsstaat
bercorak civil law atau formalisme hukum sedangkan the rule of law
bercorak common law atau fleksibel
Rasionalisasi
hakim terhadap vonis terdakwa
Ferdy Sambo divonis hukuman mati sesuai dengan RUKHP Ayat 100 yang berbunyi “Hakim menjatuhkan pidana mati dengan masa percobaan 10 (sepuluh) tahun dengan memperhatikan : a) rasa penyesalan terdakwa dan ada harapan untuk memperbaiki diri; atau b) peran terdakwa dalam Tindak Pidana” karena setimpal dengan perbuatannya dan tidak kooperatif dengan lembaga hukum. Sedangkan, Richard Eliezer pada awalnya dituntut hukuman penjara selama 12 tahun oleh jaksa penuntut umum, akan tetapi terdapat beberapa pertimbangan dari hakim karena ia kooperatif sehingga membuatnya mendapat keringanan hukuman penjara menjadi satu tahun enam bulan.
Dalam
mengambil keputusan selain melihat hukum tertulis kita juga harus bisa melihat
nilai-nilai keadilan yang ada dalam masyarakat termasuk mempertimbangkan HAM.
Putusan terhadap Sambo dan Eliezer sudah sesuai menurut hukum progresif dengan
pertimbangan-pertimbangan yang sudah dijelaskan diatas.
Disesi
akhir peserta diskusi menyampaikan bahwa “Yang bisa menegakkan konteks-konteks
keadilan adalah penegak hukum itu sendiri”.
Selanjutnya
diskusi ditutup oleh Shahib Labibul Hikam dengan hamdalah.
Pewarta:
Sakhowah El Mazidah, Kader PMII Rayon
Ashram Bangsa, Korp Cakra Abhiseka.
0 Response to "PMII Rayon Ashram Bangsa Gelar Diskusi: Meninjau Putusan Ferdy Sambo Dan Richard Eliezer Dalam Perspektif Hukum Progresif"
Post a Comment